Kamis, 13 Mei 2021

Semesta, Aku Ingin Bercerita [Curhatan]

Semesta, aku ingin bercerita. 

Aku menyukai seseorang. Sangat menyukainya. Bahkan sepertinya, aku telah mencintainya. Aku sangat bahagia saat mengenalnya. Aku sangat bahagia dan sangat bersyukur Tuhan mempertemukan aku dan dia. Hari-hariku terasa lebih berwarna. Kami banyak berbagi cerita, harapan, keinginan, kesedihan, dan cita-cita. Itu membuatku merasa menjadi seseorang yang berarti dalam hidupnya. Jelas, dia sangat berarti bagiku sejak saat itu. 

Semesta, aku salah paham atas kebaikan yang ia lakukan. Aku mengira, aku adalah satu-satunya perempuan yang ada di hatinya. Seperti dia yang merupakan satu-satunya laki-laki yang ada di hatiku. Aku hanyalah seorang temannya, bukan pujaan hati atau sejenisnya. Memang, beberapa kali melontarkan kata-kata bak seorang pemuda pada kekasihnya, tapi itu hanyalah candaan semata. Cuma candaan, benar-benar cuma candaan. Tapi aku malah menganggapnya serius. Lalu dia akhirnya memiliki pujaan hati, dan hubunganku tak sedekat sebelumnya lagi. Kita, tak lagi saling sapa atau berbagi cerita. Aku patah hati. Yang pertama kali.

Tadinya, aku menyalahkannya atas itu semua. Tapi semakin lama aku semakin sadar, bahwa itu bukan salahnya. Mungkin, dia memang salah karena telah membuatku mengira dia mempunyai rasa yang sama denganku, tapi aku lebih salah karena ... karena ... aku membuat kesimpulan sendiri, padahal dia tidak pernah mengatakannya. 

Aku berusaha menghilangkan rasa yang ada. Aku berusaha melupakan dia. Tapi, aku tak juga bisa. 

Aku sebenarnya tak mau menulis segala sesuatu tentang dia lagi. Tapi aku tak bisa. Aku perlu bercerita. 

See You, J [Cerpen]

 See You, J     Beberapa hari ini kamu merasa sangat bahagia karena menghabiskan waktu dengan orang yang kamu sukai. Bukan sebuah kencan...