Rasa Suka Ini Emang Seaneh Itu
Menurut postingan tentang perbedaan naksir, suka, cinta,
dan sayang yang aku liat di instagram, rasa yang aku punya ini adalah rasa sayang.
Ciri-cirinya; aku mau mengenal dia lebih jauh, aku pengen jadi versi yang baik
supaya cocok sama dia (padahal aku nggak berani berharap bakal jadi apa-apa). Iya,
aku memang merasa begitu. Walaupun aku sama dia belum bisa dibilang saling
kenal, karena kami belum pernah kenalan, tapi aku nyari tau tentang dia. Kayak,
UKM apa aja yang dia ikuti, idolanya siapa aja, dan lain-lain. Yang kedua juga
iya, aku pengen jadi orang yang punya prestasi dengan apa yang aku bisa dan
sukai, supaya juga biar cocok sama dia yang hebat banget itu. Sekali lagi,
walaupun aku nggak berani berharap bakal jadi apa-apa.
Emm, tapi selain rasa sayang, aku jelas
suka sama dia. Suka banget, malah. Aku mikirin dia 24/7, salting padahal dia
cuma liat story aku, dan yang paling
asksks itu mimpiin diaaaaaaa. Nggak setiap hari sih, tapi yaa udah beberapa
kali, gitu.
Makin hari, aku makin nggak bisa kalo nggak mikirin
dia. Kenapa, ya? Aku suka banget sama dia, padahal kami belum pernah
berkomunikasi, entah itu virtual atau secara langsung. Aneh, ya, bisa-bisanya
rasa suka itu semakain besar setiap harinya padahal nggak ada interaksi!
Aku pengen kami saling kenal, tapi nggak
mau jadi deket, takutnya nanti dia tau aku suka dia, atau aku malah bilang kalo
suka sama dia, dan dia bilang sesuatu yang buat aku sakit hati atau patah hati.
Aneh, ya? Karena aku malah pengen nyimpen rasa ini? Aku nggak mau pacaran, atau
semacamnya. Sebelumnya, aku pengen dia tau kalo aku suka sama dia, tapi
sekarang nggak jadi, deh. Aku cuma pengen kenal dia, dia kenal aku, dan kalo
boleh bisa liat dia sekali-kali. Itu aja.
Takutnya juga
nanti aku harus ngelupain dia dan rasa ini. Nggak mauuu gitu, lho. Aneh banget, kan?! Kayak … dia begitu WOW bagi
aku. Salah satu kelebihan dia, adalah sesuatu yang aku impikan
bisa, tapi belum bisa aku capai. Bisa dibilang dia itu salah satu orang hebat yang aku
temukan. Terus … eeemm, aku kayak … kayak merasa … kalo aku nanti harus
ngelupain dia, emang bisa? Dia yang hebat banget itu? Bisa sih, tapi pasti
bakal susaaah. Dan aku tuh kayak males gitu lhoo kalo harus kayak gitu, nih. Maka karena itu, ya, nggak papa gini-gini aja.
Aku tetap menyukai dia diam dalam diam, tau tentang dia sedikit-sedikit, dan
berharap kalo kami bakal saling kenal secara langsung.
Satu hal yang
masih aku masih nggak tahu; dia punya pacar atau nggak, apa lagi suka sama
seseorang atau nggak.
________
BTW, ini gaya bercerita curhatannya beda sama yang sebelum-sebelumnya ya, haha. Biarin, ah.