Jika suatu saat kamu membaca ini, ada banyak kemungkinan yang saat itu telah terjadi. Aku mungkin tidak menyukai kamu lagi, rasa yang ada ini masih ada, atau ... aku sudah tidak berada di dunia ini lagi.
Namun,
apa pun yang terjadi nanti itu, kamu akan tetap abadi di dalam tulisan yang aku
buat ini. Oh, ya, aku minta maaf karena tidak menulis tanpa izin dulu dari
kamu. Nggak papa, ya?
Manusia itu mahkluk yang gampang berharap dan kecewa. Gampang menyalahkan orang
lain, padahal sumber rasa sakit yang ia derita itu berasal dari dirinya
sendiri. Maka dari itu, aku tak mau berharap banyak tentang … rasa ini.
Kamu …
teruslah bersinar, ya. Nyalakan lagi jika redup.
---Nur.